Inloggen

Berichtrubrieken

Preek 2e advent zondag

door admin ~ 6 december, 2008

Kebaktian hari Ahad tgl. 07 desember 2008

Advent ke-dua.

 

Chotbah untuk  Ibadah Advent ke-dua dalam gereja NGPMB.

 

Nats Pembimbing/ aanvangtekst:

Yesaya / Jesaja 40: 11:

Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Als een herder weidt Hij zijn kudde: Zijn arm brengt de lammeren bijeen, Hij koestert ze, en zorgzaam leidt Hij de ooien.”

 

Pembacaan Alkitab / Schriftlezing: Yesaya / Jesaja 40:1-11

 

Tema: Kehangatan yang datang dari Atas.

 

Sdr/I jemaat yg dikasihi Kristus,

 

Dalam Alkitab banyak kali contoh secara GEMBALA itu di pakai untuk menggambarkan bagaimana sebantar Tuhan Jesus akan menampil. (optreden)

Nabi Yesaya sekarang juga pakai illustrasi ini kalau ia mau menerangkan kepada orang-orang bahwa  nanti di bawa kepimpinan/ kekuasaan Tuhan  Jesus, keadaan di tanah Israel sebentar akan berganti. Yesaya berkata: sebentar keadaannya berlainan dari apa yang sekarang berlaku.

Yesaya mengetahui bahwa kaum Israel masih lagi harus melalui perhambaan dan tanah yang berlekuk-lekuk (baca ayat 1 dan 2) nanti sebentar  di menyembarkan (verstrooid) di seluruh dunia. Rupanya Nabi-Nabi bicara tetapi tak didengarkan (voor dovemans oren praten), olehkarna sudah begitu banyak kali dimenyebarkan (geprofeteerd) mangenai keadaan yang berlainan sebentar, tetapi kembali kaum ini tidak taat (ongehoorzaam) dan mereka menyiksa IA.

Kalau kami mengingat kepada apa yang mereka selalu menyeruhkan (uitroepen):

“Nanti kita lakukan semua itu yang Tuhan telah katakan”, dan kalau kita lihat hasilnya…….. Tetapi toch dalam kata-kata Yesaya ini kita mendengarkan “Kasih Tuhan”

Meskipun mereka ini tidak taat selalu (ondanks hun ongehoorzaamheid aan de lopende band) Tuhan tetap memberi semangat kepada mereka dengan berkata:

“Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.”

Yesaya menunjukkan mereka kepada Jesus Kristus yang akan datang.

Dan apakah yang terjadi kalau Tuhan Jesus hidup, tinggal dan bekerja di tengah-tengah mereka? Mereka membawa Tuhan Jesus seperti anak domba ke pembunuhan lebah.  (Jezus wordt als een lam ter slachting geleid) IA yang penuh dengan kerendahan hati itu, di salibkan. Mereka tidak mau DIA.

 Mereka tidak menerima IA selaku Messias. Mereka menolak DIA.

Tetapi, meskipun perbuatan dosa atau kesalahan yang besar ini, perjanjian Tuhan itu masih tetap berlaku, bahwa satu kali kelak:

“Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.”

Bukankah ini satu perjanjian yang hebat sekali sdr/I jemaat?

Tetapi apakah semua ini menyadari (doordringan) kepada kita bahwa IA sekarang ini sedang menggembalakan kita seperti satu Gembala?

Bukankah kita sekarang ini hidup dalam zaman karunia? (in genade tijd leven)

Bahwa kita tidak usah lagi tunggu akan kedatangan Tuhan pada kali yang ke-dua?

Bahwa kita sekarang ini telah ambil bahagian dalam kehidupan yang baru oleh dan di bawa Gembala ini? IA mau menghimpunkan kita dalam tanganNya dan dituntun-Nya dengan hati-hati.

Bukankah ini yang menyegarkan (verkwikken) kita, dimana kita sunggu-sunggu secara batin di hangatkan dan di kuatkan, supaya kita menantikan kedatanganNya , kita tidak lagi mau kehilangan tuntunanNya? Adakah sekarang ini kita telah menyadari (ervaren) kehanganatanNya (Zijn warmte)?

Dan apakah kita sudah meneruskan kehangatan ini (deze warmte) kepada sesama kita?

 

 

Tuhan Engkau mengetahui hati kami, (onze gedachten) hal-hal yang kami tidak bisa mengatasi, bertumpuk. (stapelen zich op) Terima kasih Tuhan bahwa di hadapanMu kami boleh tinggal seperti biasa. Olehkarna itu kami bawa segala problemaku kepadaMu dan mohon akan nasihatMu.

Terima kasih Tuhan untuk Kasih- dan KesetiaanMu.

Tuhan kami ini menunggu akan kedatangan AnakMu, supaya IA mau menghimpunkan kami semua dalam TanganNya dan tuntun anak-anak kami  dengan hati-hati.

Inilah ADVENT.      

A  M  I  N

 

Als een herder weidt Hij zijn kudde: Zijn arm brengt de lammeren bijeen, Hij koestert ze, en zorgzaam leidt Hij de ooien.”

 

Thema: Warmte van boven.

 

Broeders en zusters in Christus Onze Heer,

 

In de Bijbel wordt vaak het beeld van de herder gebruikt om te illustreren hoe de Here Jezus straks bij Zijn komst zal optreden. Jesaja gebruikt het hier ook weer als hij de mensen uit wil leggen hoe het eens zal worden onder Zijn heerschappij.

Jesaja zegt: “mensen het zal allemaal anders worden dan het nu is.”

Hij weet dat het volk van Israel toen nog door veel diepten heen moet (lees vers 1 & 2) en dat het nog over de hele wereld verstrooid zal worden.

Het leek soms dat de profeten voor dovemans oren spraken want vele malen was hier al over geprofeteerd, maar steeds was het volk van Israel weer ongehoorzaam en tergden zij Hem.

Als je er aan denkt hoe zij toen allemaal uitriepen: “wij zullen alles doen wat God gezegd heeft” en we kijken naar het resultaat……. Toch horen we in de woorden van Jesaja de liefde van God doorklinken.

Ondanks hun ongehoorzaamheid , bemoedigt de Here God hen met deze woorden:

“Als een herder weidt Hij zijn kudde: Zijn arm brengt de lammeren bijeen, Hij koestert ze, en zorgzaam leidt Hij de ooien.”

Hiermee wil Jesaja het volk van Israel toen en ook ons nu wijzen op Jezus Christus die komen zal.

En als Jezus te midden van hen leeft en woont en werkt, wat gebeurt er dan?

Jezus wordt als een lam naar de slachtbank geleid. Hij, de nederige, wordt gekruizigd.

Zij willen Hem niet. Ze nemen Hem niet aan als de Messias. Zij verwerpen Hem.

Toch, ondanks deze grote zonde /schuld, is die belofte van God nog steeds van kracht:

 “Als een herder weidt Hij zijn kudde: Zijn arm brengt de lammeren bijeen, Hij koestert ze, en zorgzaam leidt Hij de ooien.” Is dit niet een geweldige belofte!

Maar dringt het wel tot ons door dat Hij ons nu al als een Herder leidt?

Dat U en ik in de genade tijd leven?

Dat wij niet hoeven te wachten tot de Heer terug komt voor de tweede maal?

Dat wij nu al deel hebben aan het nieuwe leven onder die Herder?

Hij koestert ons, en zorgzaam leidt Hij de kleine kinderen.”

Dat is zo verkwikkend, zo hartverwarmend, dat je er werkelijk innerlijk door verwarmd en versterkt wordt, zodat je  Zijn komst verwacht. Ervaar je die warmte van Zijn komst al? En geef je die warmte al aan anderen door?

 

Vader, U kent onze gedachten, U hebt het ook gezien. De dingen waar wij geen weg mee weten stapelen zich op. Wij zien door de bomen het bos niet meer.

Dank U, dat wij onszelf mogen zijn bij U. Daarom brengen wij al de problemen bij U en vragen U om raad. Dank U voor Uw liefde en Uw trouw.

Here God, wij verwachten de komst van Uw Zoon, zodat Hij ons met Zijn Arm samenbrengt, ons koestert, en de kleine kinderen zorgzaam leidt.”

Dat is ADVENT,       

A  M  E  N